Salam Pendiri

Cintai Qur’an + Kenali Potensi Diri

 

Mencintai Al-Quran dan Mengenali Potensi Diri

 

Mencintai Al-Qur’an bukan berarti hanya menghafal isi Al-Quran terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, dan 77.845 kata, namun yang lebih penting adalah bagaiman Al-Qur’an menjadi instrumen pikiran, tindakan, sikap dan perasaan diri mulai dari bangun tidur dan tidur kembali. Karenanya proses mencintai Al-Qur’an harus dimulai dari keyakinan (iman) bahwa Al-Qur’an adalah satu-satunya jalan hidup (way of life) menuju apa yang dicari manusia yaitu kembali kepada Allah SWT. Inilah makna tahfidz sesungguhnya yaitu tidak saja menghafal isi diluar kepala saja, sehingga cara terbaik mencintai Al-Qur’an adalah dengan membaca, menghafal dan memaknai setiap arti kata lalu mengamalkannya menjadi budaya hidu (life style).

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya :
“Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, “Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Surah Ali-imran ayat 31)

Rasulullah saw., bersabda :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ اًمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ . (رواه مالك
Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang kepada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qu’an) dan sunah Nabi-Nya (hadits). (H.R.Malik)

Mengenal Potensi Diri

Mengenal potensi diri berarti mengetahui siapa diri kita (apa kelemahan dan kelebihan kita dan apa potensi diri kita), apa tujuan hidup kita dan mau kemana.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah. Namun, keduanya memiliki keistimewaan masing-masing.

Metode PiES Tes Potensi Diri yang saya tulis sebenarnya sudah ada sejak 1400 tahun silam yang tersirat dalam Surat Al-Qiyama (3-4) Allah SWT jelas sekali menyebutkan “Demi hari kiamat, demi jiwa yang menyesal kelak aku akan kupulkan tulang belulang dan ujung jari-jari sehingga engkau akan mempertanggungjawabkan apa yang engkau perbuat”.

Ayat diatas menunjukan bahwa didalam sidik jari setiap manusia terdapat kode-kode genetik yang berupa pola potensi diri dimana setiap pola tidak akan pernah sama antara satu manusia dengan manusia lainnya. Dalam metode PiES terdapat empat pole yang diberi nama Proaktif, Interaktif, Emphaty Systemic, empat pola ini bukan menujukan siapa yangterbaik diantaranya namun merupakan keunikan dan kelebihan masing-masing sehingga diperlukan kerjasama dan komunikasi diantara empat potensi diri ini, dan empat pola ini ditampilkan dalam 4 prototipe sahabat Nabi  Muhammad SWA yang dikenal dengan Khulafaur Rasyidin  dimana Umar Bin Khatab mewakili tipe Proactive, Abu Bakar As Shidiq mewakli Interaktif, Ustman Bin Affan mewakili Emphaty dan Ali Bin Abu Tholib mewakili Sytemic.

Mereka berampat adalah pemimpin yang lanjutan dari Nabi Muhammad SAW yang memiliki gaya yang berbeda-beda sesuai tipe potensinya masing-masing.

Dalam Metode PiES Potensi Diri terangkum 21 titik potensi diri manusia mulai dari dominasi otak, gaya belajar, gaya memimpin, motivasi belajar, hingga pasword diri dan peran sukses.

Dua makna itulah yang mendasari berdirinya Graha Qur’an Madani, sebuah gerakan kecil untuk mewujudkan peradaban yang dimulai dari pribadi masing-masing lalu ke keluarga kita kemudian ke tetangga sekitar-masyarakat Insya Allah pada gilirannya Allah akan membuktikan bahwa bangsa Indonesia akan menjadi contoh bangkitnya peradaban Islam dunia yang madani  dan Rahmatan Lil Alamin. Insya Allah.

Mohon doa restu para dewan guru, wali santri agar semangat dakwah ini terus berlanjut sampai Allah SWT memanggil dan memeluk kita semua dalam cinta dan surga firdausNYA. Insya Allah.

Ayo, cintai Qur’an – kenali potensi diri.

Terimakasih kepada dewan Guru yang sudah menjadi relawan, kepada wali santri yang terus percaya pada kami, terimakasih kepada para donatur GQ Peduli.

Semoga Allah meridhoi perjuangan kita semua.

Sidoarjo, 5 Juni 2020

Didik Madani, S.Sos., M. Med.Kom & Istri (Nur Fitriana)